Pelayanan Buka 24 Jam, Hari Libur Tetap Buka
Beranda » Pusaka Terjual » Naga Siluman Kinatah Emas Wedono 3

Naga Siluman Kinatah Emas Wedono 3

Ditambahkan pada: 23 Agustus 2014 / Kategori:
STOK HABIS
Kode: -
Berat: 0.5 kg
Stok: Habis
Dilihat: 2250 kali
Review: Belum ada review
Maaf, stock habis!
Produk ini tidak tersedia lagi (tidak dapat diorder).

Bagikan informasi tentang Naga Siluman Kinatah Emas Wedono 3 kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi Naga Siluman Kinatah Emas Wedono 3

keris_naga_siluman_kinatah_emas_asli_4-500x500

 Nama Pusaka : Naga Siluman Kinatah Emas Kuno Wedono 3. Dapur / Bentuk : Naga Siluman Pamor / Lambang / Filosofi : Kulit Semongko Tangguh / Era Pembuatan / Estimasi : Kerajaan Mataram Tahun Pembuatan : Abad Ke 14-16. Model Bilah Pusaka : Luk 11. Panjang Bilah Keris : 36 CM Panjang Seluruh Keris : 43 CM Asal Usul Pusaka : Pelanggan Dunia Pusaka Warangka Kuno Gayaman Surakarta Garansi Kami : Pusaka Dijamin Kuno / Sepuh. Yoni / Tuah / Khasiat : Yoni / Tuah / Khasiat ; Keris Naga Siluman Pamor Kulit Semongko, Sangat baik untuk kelancaran rejeki, karir, meningkatkan jabatan, keharmonisan hubungan cinta maupun mitra usaha, kawibawaan tingkat tinggi, segani bawahan dan pimpinan, membangkitkan ilmu kebatinan, tolak balak dan kebal dari serangan gaib.

Keterangan Tambahan : Keris Naga Siluman ini dijamin super Langka! Kinatah Naga Siluman dan Wedono 3 Asli Bawaan Keris berbahan Emas Kuno. Naga Siluman berhias emas jaman dulu hanya dimilki keluarga kerajaan berpangkat dan berilmu kesaktian tingkat tinggi. Keris Naga Siluman merupakan Keris Pusaka andalan Pangeran Diponegoro. Pangeran Diponegoro adalah putra sulung Hamengkubuwana III, raja Mataram di Yogyakarta. Pangeran Diponegoro lahir pada 11 November 1785 di Yogyakarta dari seorang garwa ampeyan (selir) bernama R.A. Mangkarawati, istri non permaisuri dari Pacitan. Pangeran Diponegoro kecil bernama Raden Mas Ontowiryo. Diponegoro mempunyai 3 orang istri yaitu, Bendara Raden Ayu Antawirya, Raden Ayu Ratnaningsih, dan Raden Ayu Ratnaningrum. Diponegoro lebih tertarik pada kehidupan keagamaan dan merakyat sehingga dia lebih suka tinggal di Tegalrejo tempat tinggal buyut putrinya, permaisuri dari HB I Ratu Ageng Tegalrejo daripada tinggal di Keraton. Karena rasa cinta dan hormatnya terhadap adat dan leluhur Jawa, Diponegoro selalu menjunjung tinggi kesakralan dan kearifan budaya leluhurnya. Maka, ketika Belanda mencoba menggusur tanah makam leluhurnya untuk pembangunan jalan, Diponegoro sangat tersinggung dan marah besar. Berawal dari situlah, Diponegoro bertekad mengangkat senjata untuk memerangi Belanda. Diponegoro dikenal sebagai seorang pemimpin yang gagah berani dan tak pernah gentar menghadapi musuh. Dengan kharismanya dia berhasil menghimpun kekuatan rakyat pribumi Jawa khususnya untuk melawan Belanda. Dibawah komando sang Pangeran asal Yogyakarta ini rakyat pribumi bersatu dalam semangat sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi tekan pati (sejari kepala sejengkal tanah dibela sampai mati). Perang terbesar dalam sejarah perjuangan rakyat Indonesia ini berlangsung selama kurun waktu 5 tahun (1825-1830) yang diakhiri dengan penangkapan dan pengasingan Diponegoro. Pangeran muslim nan saleh itu wafat pada 8 Januari 1855 dan dimakamkan di Makassar. Sejauh ini belum ada biografi utuh tentang kehidupan dan perjuangan sang Pangeran yang menggunakan sumber Jawa dan Belanda. Pangeran Diponegoro bisa dijadikan sebagai wahana refleksi bagi pemimpin saat ini demi mewujudkan Indonesia lebih baik. Semoga!

Produk Terkait Naga Siluman Kinatah Emas Wedono 3

STOK HABIS
Mustika sugih Bondo Putih
Rp 375.000
Habis
Kode: 3796
STOK HABIS
Rp 550.000
Habis
STOK HABIS
Rp 1.250.000
Habis
Kode: 1653

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami.

Temukan Kami
Sidebar Kiri
Kontak
Sidebar Kanan