Pelayanan Buka 24 Jam, Hari Libur Tetap Buka
Beranda » All Produk Dunia Pusaka » Grosir Poster Dinding Tuanku Imam Bonjol

Grosir Poster Dinding Tuanku Imam Bonjol

Ditambahkan pada: 21 November 2017 / Kategori: ,
Kode: P7643
Berat: 0.02 kg
Stok: Ready Stock
Dilihat: 403 kali
Review: Belum ada review
Rp 2.500
Cara Order How to Order!
Pesan melalui SMS? Klik SMS

Bagikan informasi tentang Grosir Poster Dinding Tuanku Imam Bonjol kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi Grosir Poster Dinding Tuanku Imam Bonjol

Grosir Poster Dinding Tuanku Imam Bonjol

Grosir Poster Dinding Tuanku Imam Bonjol adalah poster dengan gambar salah satu Pahlawan Nasional yakni Tuanku Imam Bonjol. Tuanku Imam Bonjol diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973.

Grosir Poster Dinding Tuanku Imam Bonjol

Nama Produk : Poster Tuanku Imam Bonjol
Ukuran : 34.6 x 24.8 centimeter
Berat : 20 gram

Stok Produk Poster Tuanku Imam Bonjol Sangat Terbatas dan Cepat Terjual.
Jika Berminat Dengan Produk Ini Sebutkan Pada Admin Kode Produk : P7643.

Harga Grosir Poster Dinding Tuanku Imam Bonjol sangat terjangkau bukan karena murahan, melainkan kami jual eceran dengan harga grosir yang terjangkau, silahkan membandingkan dengan penjual lain, Insyaallah dari segi kualitas, pelayanan, harga mahar kami yang terbaik.

Call Center
Pusaka Dunia / Dunia Pusaka
PIN BBM : PUSAKA
Telephone : +6281 222 886 456
Sms : +6285 2939 88885
WhatsApp : +6285 2939 88885
Line : pusakadunia
WeChat : pusakadunia
Instagram : pusakadunia

Gambar Foto Grosir Poster Dinding Tuanku Imam Bonjol.

Gambar Foto Produk hanya di resize dan tanpa editan sama sekali. Kami tampilkan jarak dekat sehingga anda bisa melihat tanpa ada yang di sembunyikan kekurangan dan kelebihannya. Karena bagi kami kejujuran dan kepuasan anda yang utama dan bukan mengutamakan keuntungan semata.

Hak Cipta Gambar Foto.

Gambar Foto Produk Poster Tuanku Imam Bonjol merupakan foto asli dari Dunia Pusaka sehingga jika ada penjual online dengan foto yang sama tanpa ijin, dipastikan penjual tersebut telah melakukan pencurian gambar foto hak cipta Pusaka Dunia.

Pesan Himbauan Pembeli Grosir Poster Dinding Tuanku Imam Bonjol.

Mengingat kami mengutamakan kejujuran dan ingin menjalin silaturami serta kepuasan anda yang utama, sebaiknya teliti dan baca semua keterangan yang kami berikan, setelah memantapkan hati barulah anda meminang Poster Tuanku Imam Bonjol.

Tuanku Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol (lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat, Indonesia 1 Januari 1772 – wafat dalam pengasingan dan dimakamkan di Lotak, Pineleng, Minahasa, 6 November 1864), adalah salah seorang ulama, pemimpin dan pejuang yang berperang melawan Belanda dalam peperangan yang dikenal dengan nama Perang Padri pada tahun 1803-1838. Tuanku Imam Bonjol diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973.

Nama asli dari Tuanku Imam Bonjol adalah Muhammad Shahab, yang lahir di Bonjol pada 1 Januari 1772. Dia merupakan putra dari pasangan Bayanuddin Shahab (ayah) dan Hamatun (ibu). Ayahnya, Khatib Bayanuddin Shahab, merupakan seorang alim ulama yang berasal dari Sungai Rimbang, Suliki, Lima Puluh Kota. Sebagai ulama dan pemimpin masyarakat setempat, Muhammad Shahab memperoleh beberapa gelar, yaitu Peto Syarif, Malin Basa, dan Tuanku Imam. Tuanku nan Renceh dari Kamang, Agam sebagai salah seorang pemimpin dari Harimau nan Salapan adalah yang menunjuknya sebagai Imam (pemimpin) bagi kaum Padri di Bonjol. Ia akhirnya lebih dikenal dengan sebutan Tuanku Imam Bonjol.

Perang Padri Tuanku Imam Bonjol

Tak dapat dimungkiri, Perang Padri meninggalkan kenangan heroik sekaligus traumatis dalam memori bangsa. Selama sekitar 18 tahun pertama perang itu (1803-1821) praktis yang berperang adalah sesama orang Minang dan Mandailing atau Batak umumnya.

Pada awalnya timbulnya peperangan ini didasari keinginan dikalangan pemimpin ulama di kerajaan Pagaruyung untuk menerapkan dan menjalankan syariat Islam sesuai dengan Ahlus Sunnah wal Jamaah (Sunni) yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah-sunnah Rasullullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Kemudian pemimpin ulama yang tergabung dalam Harimau nan Salapan meminta Tuanku Lintau untuk mengajak Yang Dipertuan Pagaruyung beserta Kaum Adat untuk meninggalkan beberapa kebiasaan yang tidak sesuai dengan Islam (bid’ah).

Dalam beberapa perundingan tidak ada kata sepakat antara Kaum Padri (penamaan bagi kaum ulama) dengan Kaum Adat. Seiring itu dibeberapa nagari dalam kerajaan Pagaruyung bergejolak, dan sampai akhirnya Kaum Padri di bawah pimpinan Tuanku Pasaman menyerang Pagaruyung pada tahun 1815, dan pecah pertempuran di Koto Tangah dekat Batu Sangkar. Sultan Arifin Muningsyah terpaksa melarikan diri dari ibukota kerajaan ke Lubukjambi.

Pada 21 Februari 1821, kaum Adat secara resmi bekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda berperang melawan kaum Padri dalam perjanjian yang ditandatangani di Padang, sebagai kompensasi Belanda mendapat hak akses dan penguasaan atas wilayah darek (pedalaman Minangkabau). Perjanjian itu dihadiri juga oleh sisa keluarga dinasti kerajaan Pagaruyung di bawah pimpinan Sultan Tangkal Alam Bagagar yang sudah berada di Padang waktu itu.

Produk Terkait Grosir Poster Dinding Tuanku Imam Bonjol

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami.

Temukan Kami
Sidebar Kiri
Kontak
Sidebar Kanan