Pelayanan Buka 24 Jam, Hari Libur Tetap Buka
Beranda » All Produk Dunia Pusaka » Jual Pusaka Mpu Gandring

Jual Pusaka Mpu Gandring

Ditambahkan pada: 9 Januari 2016 / Kategori: , ,
Kode : 4920
Berat : 0.5 kg
Stok : Ready Stock
Dilihat : 1936 kali
Review : Belum ada review
Rp 125.000
Cara Order How to Order!
Pesan melalui SMS? Klik SMS

Bagikan informasi tentang Jual Pusaka Mpu Gandring kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi Jual Pusaka Mpu Gandring

Nama Produk : Patung Pusaka Mpu Gandring.
Patung Pusaka Mpu Gandring ini mempunyai Khasiat Insya Allah hanya disimpan mampu membangkitkan dan menguatkan spiritual, membuka mata batin, menetralisir energi negatif, mengusir jin jahat, membuang kesialan, mendatangkan banyak keberuntungan, keharmonisan rumah tangga, melancarkan rejeki, menjadikan rumah/kantor mempunyai hawa energi positif.
Estimasi Bahan Berasal Dari : Wesi Kuning / Besi Kuning / Besi Kursani.
Ukuran : 7x2x1 CM.
Stok produk barang ini : Jumlah Terbatas.
Kode : 4920

Sejarah Mpu Gandring Yang Sebenarnya : Mpu Gandring berasal dari desa Lulumbang atau Palumbangan-Doko, dekat Wlingi-Blitar. Ia merupakan sahabat dari Bango Samparan ,ayah angkat Ken Arok. Dikisahkan dalam Pararaton bahwa Ken Arok berniat mencari senjata ampuh untuk membunuh majikannya, yaitu Tunggul Ametung akuwu Tumapel. Ia ingin memiliki sebilah keris yang dapat membunuh hanya sekali tusuk.
Bango Samparan dari Karuman (Garum-Blitar) pun memperkenalkan Ken Arok pada Mpu Gandring. Untuk mewujudkan pesanan Ken Arok, Mpu Gandring meminta waktu setahun. Ken Arok tidak sabar. Ia berjanji akan datang lagi setelah lima bulan.

Desa Lulumbang tempat tinggal Mpu Gandring diperkirakan saat ini berada di daerah Plumbangan-Doko, dekat Wlingi Blitar. Tempat pembuatan keris tersebut sampai sekarang masih bisa ditemukan di dukuh Pandean-Wlingi-Blitar. Di kemudian hari setelah Ken Arok menjadi raja, sebagai penebus kesalahannya, Ken Arok menjadikan desa Lulumbang atau Palumbangan menjadi daerah bebas pajak. Pintu gerbang masuk wilayah Palumbangan ini pernah diperbaiki era Majapahit, yang sampai sekarang dikenal dengan Candi Plumbangan (Sukatman, 2012).

Lima bulan kemudian, Ken Arok benar-benar datang menemui Mpu Gandring. Ia marah melihat keris pesanannya baru setengah jadi. Karena marah, keris itu direbut dan digunakan untuk menikam dada Mpu Gandring. Meskipun belum sempurna, namun keris itu mampu membelah lumpang batu milik Mpu Gandring.

Mpu Gandring pun tewas terkena keris buatannya sendiri. Namun ia sempat mengutuk kelak keris tersebut akan merenggut nyawa tujuh keturunan Ken Arok, termasuk Ken Arok sendiri.

Ken Arok kembali ke Tumapel untuk membunuh dan merebut kedudukan Tunggul Ametung. Rekan kerjanya yang bernama Kebo Hijo dijadikan kambing hitam segera dihukum mati menggunakan keris yang sama. Ken Arok sendiri akhirnya tewas oleh Anusapati putra Tunggul Ametung.

Pengarang Pararaton mengisahkan adanya pembunuhan susul menyusul sejak Tunggul Ametung yang beberapa di antaranya terkena keris buatan Mpu Gandring. Mereka yang tewas terkena keris pusaka tersebut adalah Mpu Gandring, Tunggul Ametung, Kebo Hijo, Ken Arok, pembantu Anusapati, dan terakhir Anusapati sendiri. Sedangkan Tohjaya dikisahkan mati terkena tusukan tombak.

Rupanya pengarang Pararaton kurang teliti dalam mewujudkan kelanjutan kutukan Mpu Gandring. Dari tujuh keturunan Ken Arok (termasuk dirinya) ternyata hanya Ken Arok saja yang mati oleh keris itu. Adapun Anusapati adalah anak tiri, sedangkan Tohjaya meskipun anak kandung namun kematiannya akibat tertusuk tombak Bukan Kena Keris Mpu Gandring.

Gelar mpu atau empu merupakan gelar Nusantara asli yang kini identik dengan istilah untuk profesi pembuat keris. Padahal sebenarnya tidak demikian. Mpu sendiri artinya penguasa atau majikan atau pemilik. Kata ini masih dijumpai dalam bahasa Indonesia, misalnya, Buku ini mpu-nya siapa?, yang kemudian bergeser menjadi Buku ini punya siapa?.

Pada zaman Kerajaan Medang, pengguna gelar mpu tidak harus laki-laki. Misalnya, permaisuri Mpu Sindok menurut data-data prasasti bernama Mpu Kebi. Pada zaman Singhasari dan Majapahit, gelar mpu hanya dipakai oleh golongan terhormat namun bukan bangsawan, dan itu hanya berlaku untuk laki-laki, misalnya Mpu Nambi atau Mpu Sora.

Pada zaman Kesultanan Mataram gelar mpu tergeser oleh gelar kyai. Gelar mpu kemudian hanya dipakai oleh para pembuat senjata saja, dan ini diperkirakan berasal dari popularitas tokoh Mpu Gandring dalam Pararaton atau Empu Supa dari naskah-naskah babad.

Hubungi Kami di :
BlackBerry: 2B1 88008
Phone :+6285 2939 88885
Sms : +6285 2939 88885
WhatsApp : +6285 2939 88885
Line : pusakadunia
WeChat : pusakadunia
Instagram : pusakadunia

Patung Pusaka Mpu Gandring Syarat Memilikinya, Pemahar / Pembeli Wajib Mengamati Seluruh Gambar Foto Patung Pusaka Mpu Gandring dan juga membaca seluruh keterangan pada situs Pusaka Dunia, karena kejujuran kami dan kepuasan anda adalah tujuan utama. Silahkan Lihat Pusaka Dunia Setiap hari anda akan tahu dalam sehari berapa kali menampilkan produk dan berapa produk yang terjual dalam sehari, bukan hanya omong kosong tapi kami minta anda melihat mengamati dengan demikian anda baru percaya bahwa Pusaka Dunia dalam sehari berhasil menjual puluhan bahkan ratusan produk dan sudah mempunyai pelanggan ribuan orang. Sebelum terlambat diambil orang lain, segera saja Ambil Patung Pusaka Mpu Gandring.

Produk Terkait Jual Pusaka Mpu Gandring

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami.

Temukan Kami
Sidebar Kiri
Kontak
Sidebar Kanan